Dalam dua bulan terakhir media sosial X atau dulu yang kita ketahui sebagai Twitter telah aktif membasmi banyak akun. Pihak X beranggapan bahwa tindakan suspensi ini dilakukan untuk menumpas akun-akun Bot yang meresahkan. Berdasarkan pernyataan dari Nikita Bier seorang Head Product of X, hanya dalam minggu ini saja jutaan akun yang dianggap sebagai spammer telah disuspensi. Tindakan tersebut tentu mengundang banyak pro dan kontra.
Dan salah satu penghasil kontra terbanyak berasal dari Komunitas Hunter Giveaway (GAW). Komunitas hunter adalah perkumpulan akun-akun pencari giveaway. Sistem dari komunitas ini cukup mudah dipelajari karena cukup banyak host (penyedia giveaway) yang trusted dan juga komunitas yang sangat informatif terhadap rules yang berlaku dalam dunia perhunteran.
Adanya akun promote (host) dalam media sosial ini terjadi karena X App merupakan aplikasi yang memiliki banyak user, untuk mendapatkan exposure atau engagement, sponsor akan membayar untuk sebuah promosi. Entah itu untuk follow akun, like postingan, menambah viewers, hype suatu project atau untuk menambah counting downloader aplikasi. Karena aktifitas-aktifitas boost engagement inilah pihak X menganggap bahwa para hunter dan juga host sebagai spammer dan akan diindentifikasi sebagai Inaunthentic Behaviors (kegiatan yang tidak autentik) lalu berakhir pada suspensi permanen.
Seorang sponsor (client) akan membayar biaya promosi khusus untuk host dan juga prize untuk hunter yang akan terpilih sebagai pemenang. Setiap host memiliki pricelist-nya masing-masing untuk setiap prize yang akan diposting. Semakin besar respon yang didapat dan semakin banyak followers yang dimiliki, maka pricelistnya juga semakin besar. Bahkan ada yang menerapkan pricelist 1:1 alias harga promosi sama besarnya dengan prize yang dibuat dengan batas waktu pengundian dan task tertentu. Dari aturan-aturan dasar ini, menjadi host yang terpercaya mungkin terlihat mudah, tapi mereka dituntut untuk memberikan postingan giveaway yang aman untuk para hunter agar tidak ada hunter yang terperangkap skem (scam) atau terjerumus pada drained wallet. Selain itu, para host juga harus bisa menyaring para winner (hunter yang menang) karena banyak akun hunter yang menggunakan multi account atau banyak akun untuk join giveaway. Dalam aturan perhunteran, multi account tidak diperbolehkan karena dianggap curang.
Lalu untuk pemilihan pemenang, biasanya host yang terpercaya akan menggunakan mesin picker. Jadi, berapa banyakpun user hunter yang mengerjakan task dengan benar, maka peluang menangnya akan tetap sama. Sebuah picker akan memilih dengan beragam cara, salah satunya dengan Blockhash Ethereum. Sebelumnya, picker akan menggunakan API atau pengolah data milik X. Tapi setelah kepemilikan Twitter berganti, akses API tersebut dibatasi sehingga menyulitkan picker untuk mengambil data hunter. Maka dari itu, satu-satunya cara adalah menggunakan bantuan dari entitas lain untuk mendapatkan angka tertinggi. Angka tertinggi biasanya akan ditempatkan pada nomor satu. Si nomor satu inilah yang akan menjadi pemenang pada postingan giveaway tersebut. Namun, jika hunter tidak mengerjakan task dengan benar, atau bahkan seorang multi account, maka host mempunyai hak untuk membatalkannya. Lalu, nomor selanjutnya yang akan menjadi pemenang pengganti.
Komunitas ini telah ada sejak beberapa tahun lalu, sepertinya mulai ramai saat era Covid-19. Biasanya akun dengan followers besar akan mengadakan giveaway berupa barang, tapi komunitas ini mulai merubahnya menggunakan uang: dari rupiah, dollar hingga ke bentuk crypto. Karena komunitas Crypto dan Web3 cukup besar juga diplatform ini, maka adanya giveaway mampu membuat komunitas-komunitas ini semakin berkembang secara signifikan.
Kembali lagi pada masalah suspend atau pengguhan akun. Nyatanya, penangguhan tidak hanya menyasar akun hunter giveaway, tapi juga akun pribadi bahkan fanacc (akun penggemar idola). Meskipun jumlahnya tidak sebanyak akun hunter gieaway, tapi beberapa pengguna cukup menyesalkan tindakan ini. Karena akun anonim tersebut juga dipakai untuk promosi jualan atau biasa disebut sebagai akun BA (business). Hingga saat inipun tidak ada kejelasan sama sekali mengenai kriteria akun yang dikenai penangguhan. Semua sama rata hanya diberi pemberitahuan bahwa akun tersebut telah melakukan kegiatan yang tidak autentik. Jika dilihat, tindakan Nikita Bier dan Elon ini sedikit tidak adil. Spekulasi-spekulasi liar pun mencuat, mungkin karena komunitas-komunitas ini terlihat memiliki perputaran uang yang sangat baik, maka dari itu pemilik aplikasi memiliki rencana lain untuk me'monopoli' lagi? Yah, who knows...
Bagaimanapun, pengguna aplikasi harusnya diperlakukan selayaknya konsumen, mereka memiliki hak untuk mendapatkan kejelasan mengenai akun yang mereka buat dan mendapat pencerahan mengenai tindakan tidak autentik seperti apa yang tidak diperbolehkan. Tapi sepertinya pemilik X tidak berniat memikirkan pengguna-pengguna tersebut, karena sejak Twitter berpindah tangan, semua hal dijadikan komersial. Apapun akan diuangkan. Contoh mudahnya, seperti blue tick atau centang biru. Dulu akun yang memiliki centang biru adalah akun yang memiliki kriteria tertentu (exclusive dan pemilihannya sangat selective). Sekarang? Blue tick ataupun Golden tick, semua bisa didapatkan dengan pembelian. Bisa dilihat bagaimana akun yang dulu bisa dilihat 'terpercaya'-nya berasal dari centang biru, sekarang berubah total karena semua user bisa memilikinya hanya dengan membeli.
Dipertengahan bulan 10 ini, penangguhan akun-akun belum juga usai. Para user hunter mulai lelah dan kehilangan kepercayaan terhadap keberuntungan. Sudah puluhan akun yang dibuat dan terus menerus tertangguhkan, rasanya wajar komunitas ini mulai terenggut semangatnya. Sebenarnya cukup menjengkelkan karena pernyataan mereka yang mengatakan banyak akun spam sudah tertangguhkan tapi nyatanya masih banyak akun bot berkeliaran di section reply dan juga direct message. Jadi... Membuatku sedikit bertanya-tanya juga, apa tindakan mereka lakukan ini cukup tepat atau hanya membuang-buang waktu? Karena apa yang mereka gaungkan berbeda dengan apa yang menjadi sasaran utama-nya.. Para bot dan scammers bahkan terlihat tidak terpengaruh sama sekali..
Salah satu contoh akun spammer yang masih melakukan tindakan reply dengan kalimat yang sama disetiap postingan namun tidak terkena tindakan suspend meskipun telah masuk kedalam kategori spam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar